Sang Guru selalu mengajarkan bahwa kebenaran itu ada di depan mata kita dan alasan kita tidak melihatnya adalah miskinnya perspektif.
Pada suatu hari dia mengajak seorang murid naik gunung. Ketika mereka berada di pertengahan jalan, sang murid memandang semak belukar dan mengeluh, "Mana pemandangan indah yang selalu guru ceritakan itu?"
Sang Guru menjawab "Kamu sedang berdiri di atasnya, seperti yang akan kamu lihat bila kita sampai di puncak."
( Berbasa-basi Sejenak, Anthony de Mello, Penerbit kanisius, Cetakan 1, 1997 )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar