Ia mengira sungguh amat penting menjadi miskin dan hidup bermatiraga. Tidak pernah ia menyangka bahwa yang paling penting ialah melepaskan 'ego'nya. Ego dapat menjadi-jadi karena kesucian maupun karena keduniawian, karena kemiskinan maupun karena kekayaan, karena bermatiraga maupun karena hidup mewah. Tidak ada sesuatu pun yang tidak digunakan oleh 'ego' untuk melambungkan diri.
Murid:
Aku datang kepadamu dengan tangan hampa.
Guru:
Buanglah kehampaan itu sekarang juga!
Murid:
Bagaimana aku dapat membuangnya? Hanya kehampaan belaka.
Guru:
Kalau begitu, bawalah serta ke mana saja engkau pergi.
Engkau dapat membuat kehampaan menjadi milikmu. Dan membawa serta matiragamu bagaikan sebuah piala penghargaan. Jangan membuang milikmu. Buanglah 'ego'mu!
( Anthony de Mello)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar